Home › Insights › Pendidikan Vokasi & SMK › Ide Kreatif, Konten Aktif, Bisnis Produktif: Ahmad Madani...
Insights

Ide Kreatif, Konten Aktif, Bisnis Produktif: Ahmad Madani Latih Digital Marketing Siswa SMK Dharma Karya

30 Okt 2026
7 mnt baca
21 dibaca

Sebanyak 46 siswa kelas XI SMK Dharma Karya Melawai Jakarta Selatan mengikuti pelatihan dan pengujian keterampilan digital marketing bersama Ahmad Madani pada 28–30 Oktober 2026.

Mengusung tema “Ide Kreatif, Konten Aktif, Bisnis Produktif!”, kegiatan ini menggabungkan pengembangan ide bisnis, strategi pemasaran digital, content marketing, public speaking, digital analytics, hingga pengenalan portofolio profesional.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi pemasaran siswa melalui pembelajaran berbasis praktik yang menempatkan peserta sebagai pelaku utama dalam setiap aktivitas pembelajaran.

Selama tiga hari, siswa tidak hanya mempelajari teori digital marketing, tetapi juga diajak merancang ide bisnis, menyusun strategi pemasaran, membuat konten, dan mempresentasikan produk secara langsung.


Digital Marketing Tidak Hanya Tentang Membuat Konten

Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam pelatihan adalah bahwa digital marketing bukan sekadar membuat postingan media sosial.

Menurut Ahmad Madani, banyak orang terlalu cepat berbicara tentang viralitas sebelum benar-benar memahami kebutuhan konsumen.

Padahal pemasaran yang efektif selalu dimulai dari pemahaman terhadap pelanggan.

“Jangan langsung bertanya bagaimana membuat produk menjadi viral. Pertanyaan pertama seharusnya adalah siapa yang membutuhkan produk tersebut dan mengapa mereka harus memilihnya.”

Karena itu pada hari pertama, siswa diajak mengembangkan ide bisnis melalui:

  • Identifikasi peluang usaha
  • Analisis kebutuhan pelanggan
  • Penyusunan Business Model Canvas (BMC)
  • Social Media Marketing
  • Dasar-dasar Search Engine Optimization (SEO)

Melalui proses tersebut, peserta mulai memahami bahwa teknologi hanyalah alat. Nilai utama sebuah bisnis tetap terletak pada kemampuan menyelesaikan masalah dan memberikan manfaat kepada konsumen.

Dari Ide Menjadi Strategi

Pelatihan tidak berhenti pada pencarian ide bisnis.

Setiap kelompok diarahkan untuk menerjemahkan gagasannya menjadi strategi pemasaran yang lebih terukur.

Peserta diajak menjawab beberapa pertanyaan mendasar:

  • Siapa target konsumennya?
  • Permasalahan apa yang ingin diselesaikan?
  • Apa manfaat utamanya?
  • Mengapa konsumen harus memilih produk tersebut?
  • Media apa yang paling sesuai untuk menjangkaunya?

Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa pemasaran bukan hanya aktivitas promosi, melainkan proses menciptakan nilai dan membangun hubungan dengan pelanggan.

Melatih Kreativitas Melalui Content Marketing

Hari kedua difokuskan pada pengembangan kemampuan content marketing dan komunikasi pemasaran.

Materi yang diberikan meliputi:

  • Storytelling
  • Copywriting dasar
  • Hook atau pembuka konten
  • Penyusunan Call to Action (CTA)
  • Produksi video promosi
  • Public Speaking

Siswa diberi kesempatan merancang konsep kontennya sendiri dan mempresentasikannya di depan peserta lain.

Menurut Ahmad Madani, konten yang baik bukan hanya menarik perhatian tetapi mampu menyampaikan pesan yang jelas.

“Konten yang ramai belum tentu menghasilkan dampak. Konten yang baik harus membantu orang memahami produk, manfaat, dan alasan mengapa produk tersebut relevan.”

Public Speaking sebagai Keterampilan Digital Marketer

Salah satu fokus penting dalam pelatihan adalah membangun keberanian berbicara.

Di era digital, seorang marketer tidak cukup hanya bisa menggunakan aplikasi atau mengedit video.

Mereka juga perlu mampu:

  • Menjelaskan ide
  • Mempresentasikan produk
  • Berkomunikasi dengan pelanggan
  • Menyampaikan strategi
  • Berbicara di depan kamera

Karena itulah peserta mendapat banyak latihan presentasi dan simulasi komunikasi pemasaran.

Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa kemampuan komunikasi tetap menjadi kompetensi utama meskipun dunia semakin digital.

Mengenal SEO, Marketplace, dan Digital Advertising

Selain content marketing, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai kanal pemasaran digital yang banyak digunakan dunia industri.

Materi yang dibahas meliputi:

Search Engine Optimization (SEO)

Memahami bagaimana informasi ditemukan melalui mesin pencari.

Search Engine Marketing (SEM)

Pengenalan strategi pencarian berbayar.

Marketplace Marketing

Strategi mengoptimalkan penjualan melalui platform e-commerce.

Paid Advertising

Pemahaman dasar mengenai iklan digital dan segmentasi audiens.

Melalui pengenalan tersebut, siswa memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai ekosistem pemasaran digital modern.

Memahami Data dan Digital Marketing Analytics

Hari ketiga difokuskan pada Digital Marketing Analytics dan pengujian kompetensi.

Peserta mempelajari sejumlah indikator penting seperti:

  • Reach
  • Impressions
  • Views
  • Engagement
  • Click Through Rate (CTR)
  • Conversion Rate

Materi ini bertujuan membantu siswa memahami bahwa pemasaran digital tidak hanya membutuhkan kreativitas tetapi juga kemampuan menganalisis hasil.

“Konten yang ditonton banyak orang belum tentu menghasilkan penjualan. Digital marketer harus memahami tujuan bisnis dan mampu membaca data untuk mengevaluasi strategi yang dijalankan.”

Pembelajaran Berbasis Proyek

Sebanyak 46 siswa dibagi menjadi 10 kelompok proyek.

Masing-masing kelompok diminta:

  1. Menentukan ide bisnis.
  2. Mengidentifikasi target pelanggan.
  3. Menyusun Business Model Canvas.
  4. Membuat strategi pemasaran.
  5. Menghasilkan konten promosi.
  6. Memperkuat presentasi produk.

Pendekatan berbasis proyek ini dipilih karena membantu siswa memahami keterkaitan antara teori dan praktik secara langsung.

Selain hasil akhir, aspek yang juga dinilai meliputi:

  • Kerja sama tim
  • Kemampuan komunikasi
  • Keberanian mencoba
  • Kemampuan menerima masukan
  • Presentasi ide bisnis

Memperkenalkan LinkedIn, AI Visibility, dan GEO

Hal yang menarik dalam pelatihan ini adalah pengenalan mengenai portofolio profesional sejak bangku sekolah.

Ahmad Madani mengajak siswa mulai mendokumentasikan proses belajar, proyek, dan pengalaman yang mereka miliki.

LinkedIn diperkenalkan sebagai salah satu sarana untuk membangun identitas profesional secara bertahap.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan konsep:

  • AI Visibility
  • Answer Engine Optimization (AEO)
  • Generative Engine Optimization (GEO)

Meski masih berada pada tahap pengenalan, siswa mendapatkan pemahaman bahwa jejak digital yang baik dibangun melalui karya nyata dan informasi yang kredibel.

“Personal branding bukan tentang mengaku hebat. Kalau memang memiliki kemampuan, tunjukkan hasil kerjanya. Tunjukkan proses belajar dan kontribusinya.”

Dukungan Sekolah dalam Penguatan Kompetensi Vokasi

Kepala SMK Dharma Karya, Siti Afrida Sutriana, M.Pd., menegaskan pentingnya pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik nyata.

Menurutnya, siswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan:

  • kreativitas,
  • kemampuan komunikasi,
  • pola pikir bisnis,
  • dan keterampilan profesional.

Sementara itu, guru pemasaran Novalina Kusumastuti menilai pendekatan pembelajaran berbasis proyek memberikan pengalaman yang lebih komprehensif.

Siswa tidak hanya belajar promosi, tetapi memahami keseluruhan proses pemasaran mulai dari mengenali kebutuhan pelanggan hingga mengevaluasi hasil pemasaran.

Membangun Keterampilan Melalui Karya Nyata

Pelatihan selama tiga hari ini memperlihatkan bahwa digital marketing tidak dapat dipisahkan dari kreativitas, strategi bisnis, teknologi, dan komunikasi.

Bagi siswa kelas XI, pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting sebelum memasuki:

  • Praktik Kerja Lapangan (PKL)
  • Proyek pembelajaran lanjutan
  • Kompetisi pemasaran
  • Dunia kerja
  • Dunia usaha

Menutup pelatihan, Ahmad Madani mengingatkan bahwa keterampilan harus dapat dibuktikan melalui karya.

“Keterampilan bukan hanya sesuatu yang ditulis di CV. Keterampilan harus bisa dijelaskan, ditunjukkan, dan dibuktikan melalui hasil kerja.”

Melalui semangat:

Ide Kreatif. Konten Aktif. Bisnis Produktif.

kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan digital marketing bukan sekadar mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi membangun pola pikir, keterampilan, dan karakter yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Karyamu. Identitasmu. Masa Depanmu.

Artikel Terkait